Lambang Komunitas Cerdaskan Anak

Lambang KoCAk berupa gambar empat wajah anak beraneka warna. Hal ini mencitrakan semua anak adalah unik dengan latar belakang agama, suku, keadaan keluarga, karakter dan tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Begitu juga permasalahan yang dihadapi setiap PAUD berbeda-beda. Gambar anak yang tertawa, tersenyum dan berbicara menunjukkan anak yang ceria, bebas berekspresi dan terpenuhi hak-hak anak. Tu

Pendidikan Anak Usia Dini untuk Semua

KoCAk menyadari bahwa ketimpangan kesejahteraan masyarakat berdampak pada berkurangnya akses pendidikan bagi AUD dari keluarga prasejahtera. Hal tersebut merupakan kenyataan yang ditemukan KoCAk di lapangan, di kantung-kantung kemiskinan DKI Jakarta. Masyarakat prasejahtera mempunyai tantangan tersendiri sebagai berikut: Keluarga prasejahtera biasanya belum dapat memenuhi kebutuhan AUD dan hak-hak

Mengedepankan PAUD

Dari sekian panjangnya jenjang pendidikan anak, maka PAUD mempunyai kedudukan yang penting: PAUD merupakan pijakan pendidikan. PAUD merupakan lembaga pendidikan pertama yang dialami oleh AUD, pondasi bagi pendidikan selanjutnya, sebelum masuk Taman Kanak-kanak (TK) atau pun Sekolah Dasar (SD). [Ada kasus dimana lulus PAUD langsung masuk TK, karena orang tua tidak mampu membiayai anaknya masuk TK].

Enam Alasan Kita Peduli AUD

Setidaknya ada enam aspek mengapa kita perlu menitikberatkan perhatian kita pada peningkatan kecerdasan anak. Secara yuridis, AUD mempunyai hak-hak yang harus dilindungi. Berdasarkan Konvensi Hak Anak PBB Tahun 1989, hak-hak anak meliputi hak untuk: bermain, mendapatkan pendidikan, mendapatkan perlindungan, mendapatkan nama dan identitas, mendapatkan status kebangsaan, mendapatkan makanan, mendapa

Visi dan 7 Misi KoCAk

KoCAk mempunyai Visi membangun potensi Anak Usia Dini (AUD) dari keluarga prasejahtera dengan memberdayakan lembaga PAUD (Pendidikan AUD) dan guru PAUD sebagai agen perubahan, serta melibatkan orang tua dan masyarakat di DKI (Daerah Khusus Ibukota) Jakarta. Untuk mencapai Visi tersebut, KoCAk malaksanakan tujuh misi yaitu:  1. Pembangunan Ruang Kelas dan Fasilitas (Paraf); 2 Pemberdayaan Guru dan

KoCAk: Tak Kenal Maka Tak Sayang

KoCAk singkatan dari Komunitas Cerdaskan Anak. Komunitas ini berawal dari bakti sosial yang diselenggarakan oleh Angkatan 93, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) pada tanggal 16 Januari 2015 di Cilincing, Jakarta Utara. Para relawan kian menyadari bahwa format baksos yang sekali selesai, tidak berdampak pada upaya meningkatkan kecerdasan dan kualitas pendidikan anak. Relawan memerlukan int