Mengedepankan PAUD

Mengedepankan PAUD

Dari sekian panjangnya jenjang pendidikan anak, maka PAUD mempunyai kedudukan yang penting:


PAUD merupakan pijakan pendidikan. PAUD merupakan lembaga pendidikan pertama yang dialami oleh AUD, pondasi bagi pendidikan selanjutnya, sebelum masuk Taman Kanak-kanak (TK) atau pun Sekolah Dasar (SD). [Ada kasus dimana lulus PAUD langsung masuk TK, karena orang tua tidak mampu membiayai anaknya masuk TK]. Bila PAUD dilakukan dengan cara yang kurang tepat, akan menciptakan trauma bagi AUD. Begitu pula sebaliknya, bila PAUD dilakukan dengan cara yang baik, akan menciptakan motivasi belajar bagi AUD. [Ada kasus dimana di PAUD, anak diajarkan baca, tulis dan berhitung (Calistung) dengan sistem drilling, sehingga berpotensi, anak merasa jenuh di kelas 3 atau 4 SD. Untuk itu sangat diperlukan implementasi kurikulum, metode Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang efektif, efisien sekaligus menyenangkan bagi AUD.


PAUD berbasis swadaya masyarakat. PAUD tumbuh dari swadaya masyarakat, non komersial, dengan biaya yang murah bahkan gratis berbeda dengan TK yang biasanya komersial. PAUD ada yang berasal dari kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). PAUD tidak mempunyai anggaran yang memadai dari pemerintah, berbeda dengan SD, SMP dan SMA milik pemerintah. Di PAUD, ruang kelas, fasilitas bermain di luar kelas, mainan edukasi, buku bacaan, alat peraga, serta rekreasi tidak standar tergantung kemampuan masyarakat sekitar.


Guru PAUD merupakan agen perubahan. Guru PAUD berhubungan langsung dengan AUD dan orang tua AUD (biasanya ibu), dan mempunyai peluang melakukan komunikasi secara intens. Guru PAUD merupakan para sukarelawan dari berbagai latar belakang dan tingkatan pendidikan, dan status ekonomi. Kualitas KMB sangat beragam tergantung kemauan dan kemampuan guru PAUD.


PAUD menjadi tempat bertemu para orang tua AUD. Selama AUD mengikuti KBM di PAUD, orang tua (biasanya ibu) biasa menunggu di luar, untuk mengantar dan menjemput anak. Kesempatan berkumpul ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan produktif dan edukatif.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar