Pendidikan Anak Usia Dini untuk Semua

Pendidikan Anak Usia Dini untuk Semua

KoCAk menyadari bahwa ketimpangan kesejahteraan masyarakat berdampak pada berkurangnya akses pendidikan bagi AUD dari keluarga prasejahtera. Hal tersebut merupakan kenyataan yang ditemukan KoCAk di lapangan, di kantung-kantung kemiskinan DKI Jakarta. Masyarakat prasejahtera mempunyai tantangan tersendiri sebagai berikut:


Keluarga prasejahtera biasanya belum dapat memenuhi kebutuhan AUD dan hak-hak anak secara optimal.

  • AUD belum mendapatkan makanan dan minuman yang bergizi, memenuhi empat sehat (makanan pokok, lauk pauk, sayur mayur, buah-buahan) dan lima sempurna (susu). Susu dianggap sebagai makanan yang mewah.
  • AUD belum mempunyai tempat berlindung yang layak: rumah tidak/semi permanen, lantai tanah, tidak terdapat cukup ventilasi dan cahaya matahari, tidak ada fasilitas air bersih, Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) langsung di sungai atau laut; memasak dengan kayu bakar, tidur di lantai atau kasur, bocor atau banjir bila hujan, terdapat banyak serangga (semut, kecoa, nyamuk) dan tikus di dapur dan tempat tidur;
  • AUD belum mendapatkan pakaian yang layak. Tidak mempunyai alas kaki, sepatu dan kaos kaki, menggunakan pakaian yang tidak bersih.
  • AUD tidak mendapatkan ruang dan tempat bermain, berekspresi yang memadai, ruang di rumah sangat sempit, digunakan oleh beberapa keluarga. Ruang bermain di luar rumah tidak ada. AUD bermain di tempat pembuangan sampah, saluran air, sungai dan laut yang kotor dan tercemar. Tempat bermain AUD rawan terhadap lintasan kendaraan bermotor. Serangga, binatang pengerat dan kambing ada di tempat bermain AUD.
  • AUD tidak mendapatkan bahan bacaan, mainan edukasi di rumah, karena orang tua belum mampu membelikannya.
  • AUD tidak mendapatkan bimbingan dari orangtua, karena orang tua ada yang tidak bisa membaca, tidak tahu bagaimana harus membimbing atau tidak terbiasa membimbing anak, semua diserahkan ke PAUD.
  • Ada anggapan dari orang tua AUD bahwa pendidikan PAUD yang baik memberikan pelajaran calistung  (baca, tulis, hitung) sehingga anak dapat masuk SD pilihan dan dapat mengikuti pelajaran di SD.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar